Aug 08 2010

cerita inspirasi

Published by under Academic

Puput, adalah panggilan akrab yang biasa teman-temannya ucapkan setiap hari.
Ia adalah seorang mahasiswi fakultas perikanan dan ilmu teknologi kelautan, departemen ilmu dan teknologi kelautan, di salah satu pergururan tinggi negeri di Indonesia yaitu Institut Pertanian Bogor (IPB).
Kegiatan setiap harinya adalah melakukan hal-hal yang produktif dan bermanfaat bagi sekitarnya. Ia masuk ke IPB dengan niat ingin membangun dan memajukan tempat kelahirannya di Lebak.
Gadis bernama lengkap Putri Wahyuni ini, lahir dari pasangan Aep Syaripudin dan Hernawati, yang lahir pada tanggal 22 september 1992, anak pertama dari tiga bersaudara.
Ayahnya bekerja sebagai wiraswasta, dan ibunya bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga.
Ia mempunyai dua orang adik yang bernama Syifa Nurhaziah dan Alya Ghina Salsabil.

Sejak kecil puput tinggal di Menes (Pandeglang) bersama kedua orang tuanya.
Pada usia yang belum genap 5 tahun ia ingin sekolah, dan akhirnya ia masuk TK (Taman Kanak-kanak) di TK Aisyiah.
1 tahun di TK, para gurunya meminta orang tuanya untuk segera memasukan puput di SD (Sekolah Dasar).
Di tahun ajaran baru, tahun 1998 puput mengikuti tes untuk masuk di sekolah favorit di Menes, di SDN Purwaraja 02, dan setelah hasilnya keluar puput di nyatakan lulus tes dan berhak untuk bersekolah disana, tapi terjadi suatu konflik antara guru yang satu dengan yang lain, puput tidak bisa masuk di sekolah itu, karena usianya belum genap 6 tahun, dan itu adalah salah satu syarat yang harus di penuhi oleh setiap siswanya.
setelah lama menunggu di luar bersama orang tuanya, akhirnya puput di panggil oleh kepala sekolah, dan di tes untuk kedua kalinya. Dan setelah itu puput di terima, awalnya hanya percobaan selama 4 bulan, jika selama itu puput tidak dapat bertahan dengan nilainya, maka ia akan di pindahkan. Alhasil selama 4 bulan puput tidak menemukan kesulitan dan tetap bersekolah disana.
Di bangku kelas 3 SD, puput sudah aktif mengikuti ekstra kulikuler pramuka, disana puput mengikuti berbagai macam perlombaan yang diadakan oleh suatu Madrasah Tsanawiyah tingkat propinsi, disana puput mengikuti 2 mata lomba, yaitu cerdas-cermat dan hafalan doa sehari-hari. Di lomba cerdas-cermat tak di sangka puput dapat menaklukan soal-soal itu dan berhasil meraih juara 1. dan tak kalah di lomba hafalan doa sehari-hari puput juga dapat menaklukannya dan berhasil meraih juara 1.
Kebanggan para guru saat itu membuat puput lebih di percaya oleh guru, dan ada salah satu guru yang meminta maaf karena dulu sempat menolaknya untuk sekolah disana.
Bukan hanya itu, berbagai prestasi banyak puput ukir di sekolah tersebut, seperti juara 1 lomba baca puisi, lomba pidato bahasa indonesia, lomba hafalan juz amma, dan lain sebagainya.

Setelah lulus dari Sekolah Dasar, pada tahun 2004 puput meneruskan sekolah sekolah di Madrasah Tsanawiyah Mathla’ul Anwar Pusat Menes. Selama mengikuti MOS-MOP (Masa Orientasi Sekolah-Masa Orientasi Pramuka) puput sangat aktif dan berani, puput sering bertanya ketika kakak panitia menawarkan pertanyaan, hingga akhirnya ia menjadi Queen di sekolah tersebut.
Berbagai pengalaman banyak puput peroleh, seperti mengikuti lomba kepramukaan, panitai perlombaan, anggota Dewan Penggalang, hingga mengajar anak-anak SD dalam bidang kepramukaan.
Di tahun 2005 orang tuanya pindah ke Lebak, tapi puput masih bersikukuh untuk sekolah di Menes, dan tinggal bersama nenek dan bibinya.
Awal tahun 2006, neneknya masuk Rumah Sakit, karena terserang komplikasi (penyempitan otak, diabetes, dan pikun), sebagai cucu yang baik, puput berusaha memberikan yang terbaik untuk neneknya.
Sebagai seorang guru bibinya di sibukkan dengan pekerjaannya. Maka setiap hari puput merawat neneknya. Puput sangat sayang kepada neneknya, hingga suatu hari ketika neneknya benar-benar tidak bisa makan, yang mengakibatkannya memakai NGT (selang yang masuk ke dalam hidung sebagai alat pencernaan) puput sangat iba kepada sang nenek karena tak terbayangkan jika itu terjadi kepadanya suatu saat nanti.
Setiap hari minggu, dimana teman-temannya bermain, puput malah pergi mencari pempers dewasa dan susu diabetasol (saat itu sangat sulit di temukan), dan beberapa obat yang sudah habis, dengan modal keberanian puput sampai pada suatu kota demi mendapatkan semua itu.
Itulah kegiatan puput selama 9 bulan.Tepat pada hari ke-20 di bulan suci Ramadhan, neneknya di panggil sang pencipta, ALLAH Swt, puput sangat sedih, karena puput kehilangan orang yang selama 9 bulan puput rawat, tapi puput ikhlas dan yakin bahwa itu yang terbaik untuk nenek tercintanya.

Pada tahun 2007, puput lulus dan hendak masuk ke SMA, tapi ibunya tidak mengizinkannya masuk ke SMA, ibunya menginginkan puput untuk masuk di Madrsah Aliyah Mathla’ul Anwar Pusat Menes, dengan alasan agar puput dapat mengikuti pelajaran keagamaan yang tidak di peroleh di SMA. Saat itu puput hanya bisa bersedih, karena teman-temannya masuk di SMA, puput sempat berpikiran bahwa SMA lebih baik daripada Aliyah.
Beberapa hari puput di rundung kesedihan karena hal itu, dan pada suatu malam puput berpikir bahwa sesungguhnya ia tidak seharusnya seperti itu, ia tak sepantasnya bersedih berkelamaan hanya gara-gara sekolah, dan puput bergumam dalam hati, “ ibu tidak mungkin memberikan jalan yang salah untuk anaknya”, dan karena puput ingin membahagiakan ibunya, akhirnya puput mau sekolah di Aliyah itu.
Sama seperti ketika puput berada di bangku SD dan MTs, puput tetap menjadi gadis yang ceria dan memiliki keberanian, hingga akhirnya untuk kedua kalinya puput menyandang gelar Queen.
Selama menjadi siswi di sekolah tersebut, puput tetap berusaha memberikan yang terbaik untuk orang tua dan guru-gurunya di sekolah, baik di bidang akademik maupun di non akademik. Dan puput membuktikanya dengan berbagai macam kejuaraan yang puput raih di setiap perlombaan yang diikutinya.
Di bulan agustus 2007, dalam rangka memeriahkan HUT RI berbagai macam perlombaan diadakan oleh pihak kecamatan, dan seperti biasa puput ikut berpartisipasi dalam lomba pramuka yaitu jelam, puput menjadi ketua pasukannya, dengan semangat puput dan teman-temannya berlatih demi memberikan yang terbaik untuk sekolah. Akhirnya perjuangannya itu membuahkan hasil yang memuaskan, puput dan teman-temannya dapat pulang ke sekolah dengan membawa piala kejuaraan. Bukan hanya itu,masih banyak lagi cerita-cerita dimana puput mengikuti lomba yang diadakan baik oleh sekolah, kecamatan, kabupaten, bahkan nasional.
Puput tidak selamanya menjadi juara dalam perlombaan itu, puput pernah gagal dalam lomba MSE (Madrasah Sains Expo) tingkat nasional yang diadakan di Jogjakarta, dan lomba cipta baca puisi tingkat kabupaten. Dan dari setiap kegagalan yang puput dapatkan puput selalu menjadikannya pelajaran dan mengintropeksi dirinya, mengapa puput bisa gagal? Dan hasilnya di tahun berikutnya dalam lomba cipta baca puisi, puput dapat memberikan senyuman untuk orangtua dan guru-gurunya dengan piala kejuaraan yang puput raih.

Terlepas dari itu, puput juga adalah orang yang aktif di kegiatan organisasi, di kelas X puput menjabat sebagai sekretaris MPK (Majlis Perwakilan Kelas) dan anggota OSIS, itu di sekolah. Dan puput mengikuti perekrutan anggota baru SBH (Saka Bakti Husada), program yang ada di kepramukaan kwaran Menes( Kecamatan) yang berjalan di bidang kesehatan, dengan tujuan ingin menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain, dan berhasil lolos dan menjadi anggota SBH, di kelas XI puput menjabat sebagai Krani (Sekretaris) DA (Dewan Ambalan), dan di kelas XII puput menjabat sebagai Bendahara di SBH.
Kegiatan SBH yang puput ikuti membawanya menjadi panitia PWD.1 (Perkemahan Wirakarya Daerah) yang diadakan oleh pihak DKD (Dewan Kerja Daerah) yang di selenggarakan selama 10 hari dan selama itu pula puput hidup di alam bebas, yang jauh dari keramaian. Keceriaan selalu tersirat di wajahnya yang mungil, dengan tidak mengenal lelah dan penuh kasih sayang puput merawat para peserta yang jatuh sakit, akibat kondisi tubuhnya yang menurun.
Selain di sibukkan dengan berbagai perlombaan dan kegitan organisasinya,puput juga tetap mempertahankan prestasinya di kelas, walaupun tidak secemerlang kejuaraan yang puput raih dan kegiatan organisasinya, tapi puput termasuk siswi yang berprestasi di kelas.

Desember 2009 ketika puput duduk di bangku kelas XII, tepat di pelajaran kimia, kepala sekolah masuk kedalam kelas dan mengumumkan bahwa ada PMDK dari IPB, pada awalnya, puput tidak tertarik, tapi ketika guru kimianya mengatakan tentang IPB, puput jadi sangat tertarik dan ingin menjadi mahasiswi disana.
Tiba di rumah, puput langsung menelpon ibunya dan berkata bahwa puput ingin kuliah di IPB, sama seperti ketika puput ingin masuk SMA, ibunya tidak mengizinkannya. Kali ini puput sangat ingin kuliah di IPB, jika saat itu puput mempunyai uang untuk pendaftannya, maka puput akan nekad untuk tetap mengikutinya walaupun ibunya tidak mengizinkannya, tanpa disadari puput mengirim pesan pendek pada pamannya, yang berisikan bahwa puput ingin masuk ke IPB, tapi ibunya tidak mengizinkannya. Pamannya langsung menelpon puput dan bertanya apa maksud pesan singkatnya, dengan tersedu-sedu puput mengatakan semuanya pada pamannya, hingga akhirnya puput di beri uang oleh pamannya untuk daftar. Segala berkas yang harus di siapkan, puput siapkan sendiri dan sesekali sahabatnya membantu.
Setelah berkas di kirim, ibunya masih juga tidak mengizinkannya. Dan ketika pengumuman yang menyatakan bahwa puput lolos dan berhak kuliah disana dengan tanpa biaya karena memperoleh beasiswa bidik misi, puput langsung berbicara pada ibunya, setelah mendengar hal itu secara mendadak ibunya megizinkannya untuk kuliah di IPB. Saat itu puput sangat bahagia, karena tidak di duga bahwa puput akan lolos, tanpa restu dari sang ibu.
Saat ini puput telah mencetak sejarah baru di keluarganya bahwa dengan niat yang sungguh-sungguh hanya karena ingin mendapat ridho Allah dalam menuntut ilmu, walau tanpa restu ibu sebelumnya, puput berhasil masuk dengan beasiswa penuh selama 4 tahun.

Segala kegiatan yang puput lewati di sekolah dan di luar sekolah, tidak lepas dari dukungan orang tua, guru, dan para sahabatnya. Adapun sahabat-sahabat terbaik yang puput miliki itu bernama Dequeen fejumnoz, diantaranya Anis Triyani, Dini Herdiani, Alis Rohmawati, Diana Novita Sari Putri Yani, dan Putri Wahyuni (puput).
Perjalanan persahabatan mereka tidak lepas dari berbagai macam masalah, tapi karena rasa cinta dan kasih sayang yang mereka miliki sangat kuat, mereka bisa melewatinya hingga sampai saat ini persahabatan itu masih terjalin sangat baik, meskipun jarak dan waktu memisahkan mereka.

Itulah cerita inspirasi yang ada di dalam diri seorang gadis bernama lengkap putri wahyuni tersebut, semoga para pembaca dapat menjadikannya sebagai inspirator.

No responses yet